Pengertian Rukun Sholat Dan Syaratnya Lengkap Dengan Bacaannya

Shalat adalah ibadah yang paling pokok,karena semua amal ibadah yang kita lakukan di terima dan tidaknya tergantung pada shalat kita,jika shalat kita di terima Allah maka semua amal yang kita lakukan pasti akan di terima oleh Allah,tapi jika shalat yang kita lakukan tidak di terima Allah maka amal yang lainpun akan di tolak oleh Allah SWT.

Oleh karena itu untuk memuluskan shalat kita agar bisa di terima oleh Allah SWT,kita harus menjaga shalat kita dari hal-hal yang dapat membatalkan shalat kita.Supaya shalat kita bisa di terima Allah SWT shalt kita pertama harus baik dan benar (sah),yaitu dengan cara memperhatikan syarat dan rukunnya shalat.

Syarat dan rukun adalah dua hal yang menjadi sumber pokok dalam mengerjakan ibadah,baik itu ibadah yang bentuknya sunnah ataupun ibadah yang bentuknya wajib.Kerna dua hal inilah yang menentukan akan sah dan tidaknya ibadah kita.Jika syarat dan rukunnya tidak terpenuhi maka ibadah kita tidak sah,dan tidak membuahkan ganjaran.

Pengertian Rukun Shalat Dan Syaratnya Lengkap Dengan Bacaannya

Adapun definisi rukun adalah,sesuatu yang harus di kerjakan dalam melakukan ibadah.Jadi rukun adalah sebagai bagian yang pokok.Contohnya seperti membaca Surah Al-fatihah dalam shalat,merupkan salah satu rukun shalat,jika tidak di baca maka tidak sah shalatnya.

Sedangkan pengertian syarat adalah sesuatu yang harus di penuhi sebelum mengerjakan ibadah,dan harus tetap ada sampai selesainya ibadah tersebut.Seperti misalnya wudhu adalah sebagian dari syarat shalat,maka sepanjang shalat kita harus tetap dalam keadan berwudhu(suci tidak batal wudhunya) jika wudhunya batal maka shalatnya juga tidak sah.

Oleh karena itu supaya ibadah shalat kita tidak menjadi sia-sia,maka kita harus bisa menjaga shalat kita dengan memperhatikan dan menjalankan syarat dan rukunnya shalat.Bagi anda yang belum faham tentang rukunnya shalat kali ini kami akan berbagi tentang rukunnya shalat yang menjadi tolak ukur sah dan tidaknya shalat kita.

Berikut ini ulasan tentang rukun shalat yang benar

1. Niat

Niat di lakkukan di dalam hati bersamaan dengan membaca takbiratul ihram

2. Membaca takbiratul ihram

Bacaan takbiratul ihram

اللهُ أكْبَرُ

Ketika mengucapkan takbir harus dengan baik dan benar.Pada saat takbir di sunnahkan mengangkat kedua tangan.

3. Berdiri bagi yang mampu

Bagi orang yang tidak mampu berdiri,maka harus sambil duduk,jika duduk tidak mampu maka harus shalat dengan cara tidur miring,jika masih tidak mampu maka harus shalat dengan cara tidur terlentang.Jika tidak mampu maka harus shalat dengan isyarat dengan kelopak mata.Jika masih tidak mampu maka harus menjalankan rukun shalat dalam hati.

4. Membaca surat al-Fatihah di setiap rakaat

Apabila tidak bisa membaca surat Alfatihah,seperti orang yang baru masuk islam (mualaf) maka harus membaca ayat lain yang jumlahnya tujuh ayat dan jumlah hurupnya tidak kuraang dari jumlah hurup yang ada pada surah alfatihah.Jika masih tidak mampu maka membaca dzikir atau doa,jika masih belum mampu/tidak bisa maka harus berdiri dan berdiam dalam waktu kira-kira ukuran membaca suarah Al-fatihah.

5. Ruku' dengan thuma'ninah

Sebelum ruku' di sunnahkan mengangkat kedua tangan sambil membaca takbir
Ruku' adalah membukukan badan kemudian kedua telapak tangan di letakankan ke lutut dan jari jemarinya di rengganggkan,tulang belakang badan harus lurus sejajar dengan kepala,kemudian lutut di tegakkan.Pada saat ruku di sunnahkan membaca tasbih

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِه

Artinya: Maha suci Tuhanku yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya

6. I'tidal dengan thuma'ninah

I'tidal adalah bangun dari ruku'.Pada sa'at i'tidal tidak boleh menggerak-gerakn tangan.ketika bangun dari ruku du sunnahkan membaca

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

SAMI'ALLOOHU LIMAN HAMIDAH

Artinya : Allah mendengar orang yang memuji-Nya

Pada waktu berdiri tegak (I’tidal) seraya membaca :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL'UL ARDHI WA MIL 'UMAASYI'TA MIN SYAI'IN BA'DU.

Artinya : Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.

7. Sujud dua kali di sertai thuma'ninah

Caranya,meletakan anggota sujud yang tujuh di atas tempat shalat,yaitu kening,kedua telapak tangan,kedua lutut dan telapak jemari kedua kaki.Ketika sujud di sunnahkan membaca tasbih yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَىَ وَبِحَمْدِهِ

Artinya: Maha suci Tuhanku Yang Maha Luhur dan dengan memuji-Nya.

8. Duduk di antara sujud dua dengan thuma'ninah

Ketika duduk di antara sujud dua,kedua telapak tangan di letakan di atas paha,ujung jari-jari tangan lurus dengan lutut dan semua jemarinya di rapatkan serta di arahkan ke arah kiblat.Kemudian membaca doa berikut ini:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Artinya: Ya Tuhanku,ampunilah aku,kasihanilah aku,cukupkanlah aku dari segala kekurangan,angkatlah derajatku,berilah aku rizki,berilah aku petunjuk,berilah aku keselamatan,daan berilah aku ampunan.

9. Duduk tasyahud akhir di sertai dengan thuma'ninah

Duduk ketika tasyahud akhir di sunnahkan duduk tawarruk,yaitu sebagaimana yang di jelaskan dalam pembahasan bacaan tasyahud awal dan akhir.

10. membaca tasyahud akhir

Bacaannya sebagai berikut:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ

ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWAATUT TOYYIBAATULILLAAH ASSALAAMU'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU ASSALAAMU'ALAINAA WA 'ALAA 'IBAADIL-LAAHISH-SHOOLIHIINA. ASYHADU ANLAA ILAAHA IL-LALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH.

Artinya :Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.

11. Membaca shalwat kepada Nabi Muhammad setelah membaca tasyahud

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN. KAMAA SHOL-LAITA 'ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA WABAARIK 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAAROKTA 'ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA FIL 'AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN

Artinya: Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

12. Membaca salam yang pertama

Dalam membaca salam di sunnahkan sambil meoleh ke arah sebelah kanan sambil membca

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

13. Tartib

Yaitu mengerjakan rukun-rukun shalat sesuai dengan urutannya masing-masing.

Untuk pengertian rukun shalat lengkap ada 17,setelah selesai shalat kemudian di anjurkan membaca wirid,dzikir,doa,karena setelah shalat ada waku yang di sebut dengan sa'atul ijabah atau waktu ijabahnya doa.