Ketentuan Zakat Fitrah Hukum Bacaan Niat Untuk Diri Sendiri Dan Keluarga

Ketentuan Zakat Fitrah Niat Untuk Diri Sendiri dan Keluarga - Ketika datang bulan Ramadhan,Menjalankan puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap umat muslim yang sudah memenuhi syarat syahnya puasa. Yaitu orang islam,baligh dan berakal,suci dari haid dan nifas.Dan juga memenuhi syarat wajibnya berpuasa yaitu,islam,mukalap(balig dan berakal),mampu melaksakan puasa,sehat dan tidak dalan perjalanan jauh,yaitu yang berkisar antara 80 sampai 90 kilometer.Dan tidak boleh berbuka sebelum keluar dari batas kota.

Berhubungan dengan puasa Ramadhan ada satu kewajiban yang Allah Satukan dengan puasa Ramadhan. Yang di kerjakannya sama seperti bulan Ramadhan satu tahun sekali yaitu Zakat fitrah. Zakat fitrah sebagai penutup pembersih jiwa dan diri kita dari dosa.Sebagaimana rasulullah SAW bersabda: Zakkuu anfusakum bizzakah artinya "bersihkanlah diri kalian dengan cara mengeluarkan zakat".

kewajiban zkat fitrah di syari'atkan bersamaan dengan Ramadhan,yaitu pada tahun kedua Hijriyyah kepada seluruh umat islam yang amsih hidup. Perintah dan kewajiban ini senada dengan salah satu hadits Nabi yang Artinya:"Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau gandum atas orang muslim,baik budak atau orang biasa,beliau memberitahukan membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke masjid) 'Idul fitri.(HR.Bukhari Muslim).

Ketentuan Zakat Fitrah Niat Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini kami akan membahas tentang zakat fitrah lengkap dari mulai niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga dan juga di lengkapi dengan doa-doanya,silahkan di simak dan di hafalkan supaya menjadi ilmu yang bermanfaat,karena mengeluarkan zakat fitrah adalah hal yang sangat penting.

Hukum mengeluarkan zakat fitrah

Hukum zakat fitrah adalah wajib,ini berdasarkan sabda Nabi SAW sebagai berikut:
عن ابن عمر أنّ رسول الله صلّى الله عليه وسلم فرض زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر أو صاعا من شعير على كلّ حرّ أو عبد ذكر أو أنثى من المسلمين ( رواه مسلم )
“Diriwayatkan dari Sayyidina Abdullah bin Umar, Sesungguhnya Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadhan berupa satu sho’ kurma 
atau satu sho’ gandum atas setiap orang muslim, merdeka atau budak, laki2 maupun perempuan“(HR. Muslim).

Orang yang wajib zakat fitrah

Wajib bagi setiap orang islam mengeluarkan zkat fitrah baik bagi dirinya
sendiri atau orang-orang yang ada dalam tanggungannya,yaitu terdiri dari:

1. Beragama Islam
2. Hartanya lebih dari keperluan untuk diri sendiri dan keluarga serta orang-orang yang ditanggungnya untuk satu hari siang di bulan puasa dan malam hari raya
3. Bisa menemui masa akhir Ramadlan dan awal syawal. Jadi, untuk bayi yang baru lahir saat malam satu Syawal tidak diwajibkan untuk zakat fitrah

Hal-hal yang di perbolehkan di gunakan untuk zakat fitrah

Berikut ini hal-hal yang di perbolehkan di gunakan zakat fitrah:

A.Gandum
B.Beras
C.Kurma
D.Susu
E.Anggur kering

Ukuran mengeluarkan zkat fitrah
kebanyakan para Ulama berpendapat dalam mengeluarkan zakat fitrah
dengan kadar ukuran 1 sha',yaitu 2,5 sampai 3,0 kilo gram.

Orang-orang yang berhak menerima zakat/Mustahiq Zakat

Zakat fitrah harus di berikan atau di bagikan kepada 8 kelompok berikut ini:
1. Fakir
2. Miskin
3. Amilin/petugas zakat
4. Muallaf
5. Budak
6. Orang yang terlilit hutang
7. Orang yang sedang dalan jalan Allah
8. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh yang bukan maksiat.

Hal ini sebagaimana yang di jelaskan dalm firman Allah SWT pada surat Attaubah ayat 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَ فِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
“Sesungguhnya zakat-zakat, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengelola-pengelolanya, para mu’allaf, serta untuk para budak, orang-orang yang berhutang, dan pada sabilillah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang telah diwajibkan Allah. Dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana”. (At-Taubah: 60)

Waktu melaksanakan zakat fitrah

Pelaksanaan zakat fitrah di tunaikan pada:

1. Waktu jawaz yaitu awal bulan Ramadhan
2. Waktu wajib yaitu pada waktu terbenanmnya matahari
di akhir bulan Ramadhan memasuki malam lebaran.
3. Waktu fadhilah(utama)yaitu sebelum berangakat shalat ied
4. Waktu makruh yaitu mengeluarkan zakat fitrah
setelah melaksanakan shalat ied,sebelum matahari
1 ayawal tenggelam,kecuali ada udzur.
5. Waktu haram yaitu mengeluarkan zakat fitrah setelah
lebaran,yakni setelah tenggelamnya matahari 1 syawal.

Niat Zakat Fitrah Untuk Diri sendiri

نَوَيْتُ عَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضَ للهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNAFSII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku fardhu karena Allah Yang Maha Tinggi.

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITRI ‘ANNII WA ‘AN JAMI’I MAA YALZAMUNII NAFFAQOOTUHUM SYAR’AN FARDLOL LILLAAHI TA’ALA
Artinya: Saya berniat mengeluatkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri serta semua orang yang nafkahnya menjadi tanggungan saya fardlu karena Allah Ta’ala

Lafadz niat zakat fitrah yang dikeluarkan untuk orang lain (keluarga)

نَوَيْتُ عَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ …… فَرْضَ للهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN (……) FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk …….(sebut nama orangnya) fardhu karena Allah.

Bacaan Doa Ketika Menerima Zakat

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

AAJAROKALLAAHU FIIMAA A'THOITA WABAAROKA FIIMAA ABQOITA WAJA'ALAHU LAKA THOHUURON

Artinya :
Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu

Itulah tadi penjelasan hukum zakat fitrah,niat zakat fitrah untuk diri sendiri,niat untuk keluarga,mustahiq zakat,bacaan doa menerima zakat,karena begitu pentingnya zakat maka kita harus benar-benar mengetahui tata cara dan niatnya zakat. Sekian dan semoga bermanfaat.