Puasa Sunnah Bacaan Doa Sholat

Bacaan Niat Puasa Sunnah Bulan Syawal Tata Cara Manfaat Dan Keutamaan

Kita sebagai makhluk yang di ciptakan oleh Allah SWT yang selamanya di tuntut untuk selalu melaksankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya. Seperti di antaranya di perintahkan berpuasa di bulan ramadhan selama sebulan penuh. Numun sebagai penyempurna segala amal ibadah kita,kita juga di tuntut untuk melaksankan amal ibadah yang sunnah sebagai mana yang di lakukan dan di contohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

Salah satu ibadah sunnah yang banyak mengandung hikmah dan manfaat yang cukup besar yang di contohkan oleh baginda Nabi adalah melaksankan ibadah puasa sunnah syawal. Ibadah puasa sunnah ini di laksanakan pada bulan syawal sebanyak eman hari setelah hari raya idul fitri yaitu dari mulai tanggal dua sampai tanggal tujuh syawal,namun bisa juga di lakukan secara berselang asalkan melaksanakannya masih di bulan syawal,namun yang paling utama 6 hari setelah hari raya idul fitri.

Jadi puasa syawal adalah puasa yang hukumnya sunnah yang di laksanakan pada bulan syawal sebanyak 6 hari setelah hari raya idul fitri,yaitu mulai dari tanggal 2 sampai tanggal 7 syawal,bisa juga di laksankan secara berseling asalkan masih di bulan syawal namun ini kurang afdol atau kurang utama. Puasa syawal ini memiliki hikmah dan keutamaan yang sangat besar,namun jangan lupa membacakan niat puasa syawal dan di abrengi dengan niat ibadah secara ikhlas.

Ada banyak faedah yang akan kita dapatkan jika kita melaksanakan puasa syawal,sebagimana yang di sabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”

Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh, -pen) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan).[2] Jadi seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) »

“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].

Melihat dari hadist di atas betapa besar faedah dan keutamaannya melaksankan puasa syawal ini,jadi sangat di sayangkan jika kita sampai meninggalkannya begitu saja. Oleh karena itu dari pada kita melakukan dan mengisi bulan syawal dengan yang tidak bermanfaat lebih baik kita mengisinya dengan melaksanakan puasa syawal sebanyak enam hari namun jangan lupa membaca niat puasa syawalnya.

Bacaan Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala

Dalam tata cara pelaksanaan puasa syawal seperti syarat,rukun,yang membatalkan puasa,niat puasa itu semua sama halnya seperti puasa ramadhan atau puasa pada umummya,yaitu di laksankannya mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahri. Semoga kita semua selalu di beri taufik dan hidayah sehingga bisa melaksankan apa yang telah Allah dan Rasul perintahkan kepada kita amiiiin.




Keutamaan Tata Cara Niat Puasa Nisfu Sya'ban

Salah satu bulan yang banyak memiliki keutamaan adalah bulan Sya'ban. Bahkan baginda Nabi Muhammad SAW jika telah memasuki bulan sya'ban beliau selalu mengisinya dengan berbagai amal-amalan yang istimewa yang mana di antranya adalah puasa. Meskipun hukumnya sunnah tetapi baginda Nabi selau melaksankannya.

Sudah kita maklumi bahwa melaksanakan puasa terbagi dua bagian,yang pertama wajib yaitu puasa bulan Ramadhan jika di tinggalkan maka berdosa dan di hari yang lainnya wajib menggantinya atau yang biasa di sebut dengan puasa Qhado. Yang kedua puasa sunnah yaitu apabila di kerjakan mendapatkan pahala dan jika di tinggalkan tidak mendapatkan siksa.

Namun perlu di ingat meskipun melaksanakan pusa nisfu sya'ban ini hukumnya sunnah,tapi alangkah baiknya jika kita bisa melaksankannya,karena baginda Nabi juga telah meberikan contoh kepada kita dengan melaksanakn puasa sya'ban tersebut,bahkan Nabi sangat menyukai puasa bulan sya'ban.

Bahkan seorang ulama besar asal banten yaitu Syekh Nawawi al-Bantani,menjelaskan bahwa puasa sya'ban ini di sunnahkan oleh rosululloh,karena belau juga selalu melaksankannya dan sangat menyukainya. Maka siapa saja yang melaksanakan puasa di bulan sya'ban maka ia akan mendapatkan syaf'aat dari Baginda Nabi Muhammad kelak di akhirat.

Telah kita maklumi khususnya bagi kaum muslimin bahwa bulan sya'ban ini adalah salah satu bulan yang di penuhi dengan keberkahan oleh Alloh SWT. Maka sudah semestinya kita menyambut dan mengisi bulan sya'ban ini dengan berbagai amal ibadah,terutama pada malam nisfu sya'ban yaitu malam pengangkatan/penyetoran catatan amal ibadah kita kepada Alloh SWT.

Adapun mengenai tata cara puasa sunnah nisfu sya'ban ini atau setengah pertama bulan sya'ban sbenarnya sama seperti puasa pada umumnya. Namun ada beberapa hal yang perlu di ketahui dari batasan waktu tanggal pelaksanaanya karena puasa sunnah nisfu sya'ban ini jarang di lakukan oleh semua umat islam pada umumnya.

Para ulama berpendapat bahwa puasa sya'ban dari tanggal 16 samapai 30 sya'ban hukumnya adalah haram kecuali kalau puasa nadzar atau qhada,serta apabila puasa tanggal 15 maka boleh berpuasa pada tanggal 16 dab boleh juga di lanjut pada tanggal 17,namun apabila tanggal 18 tidak berpuasa maka tanggal 19 nya haram berpuasa.


Bacaan Niat Puasa Sya'ban

نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى
Nawaitu Shauma Shahri Sya'bana Sunnatan Lillaahi Ta'aala

Artinya:Saya niat puasa bulan sya'ban sunnah karena Allah Ta'ala

Itulah tadi penjelasan tentang keutamaan tata cara niat puasa nisfu sya'ban yang mungkin bisa anda jadikan sebagai bahan tambahan ladang amal kita untuk menyambut datangnya bulan sya'ban,dan bisa di jadikan sebagai ajang melatih diri berpuasa pada bulan suci ramadhan, semoga bermanfa'at.

Kata Kata Ucapan Lebaran Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Hari raya idul fitri adalah salah satu hari yang paling di nanti oleh semua umat muslim di seluruh dunia. Orang-orang yang merantau biasanya kalau sudah tiba hari raya idul fitri semuanya pada mudik,untuk melepaskan rasa ridnu pada keluarganaya. Setelah melaksanakan sholat idul fitri biasanya semua orang pada sibuk satu sama lain untuk bersilaturahmi dan saling berma'af ma'afan.

Momen yang paling di nanti oleh semua orang di hari raya idul fitri adalah bisa mudik dan bisa kumpul bareng bersama keluarga tercinta,makan bareng,saling bercerita tentang masalah kehidupan,masalah pekerjaan,sehingga momen tersebut begitu terasa indah dan sangat terasa nikmatnya bisa berkumpul dengan semua keluarga tercinta.

Setelah melaksanakan sholat idul fitri semua orang saling mengunjungi satu sama lain dan saling sapa dengan mengucapkan ucapan lebaran idul fitri. Di barengi kata-kata ucapan lebaran idul fitri yang paling menyentuh hati sampai banyak orang yang menangis apalagi bagi mereka yang tidak bisa mudik dan tidak bisa mengunjungi sanak sodara atau temannya karena terhalang jarak dan waktu.

Datangnya hari raya idul fitri memang menjadi suatu momen yang sangat indah dan begitu berkesan di hati setiap orang muslim. Keindahan hari raya idul fitri ini saking indahnya tak bisa di ungkapkan dan di ukur oleh apapun,karena seluruh umat muslim baik yang muda maupun yang tua semua pada meraskan kegembiraan di hari raya idul fitri ini.

Nah bagi kalian yang ingin memberikan atau mengirimkan ucapan selamat hari raya idul fitri pada satu syawal 1441 H,tapi bingun untuk membuat kata-katanya,di bawah ini kami akan membuat beberapa contoh ucapan selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin yang mungkin bisa anda jadikan sebagai bahan ucapan selamat hari raya idul fitri 1441 H dengan berbagai bahasa.

Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Di antara orang yang paling mulia adalah,orang yang mau mema'afkan kesalahan orang lain,tepat di hari yang fitri ini mari kita sucikan hati,bersihkan diri Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.

Jika hati sejernih air,jangan biarkan ia keruh
Jika hati seputih awan,jangan biarkan ia mendung
Jika diri ini penuh dengan dosa dan kesalahan
Hiasilah dengan sejuta kebaikan
Mianal Aidzin Walfaidzin Mohon maaf lahir dan batin.


Untuk hati yang pernah terluka oleh tajamnya lidah. Untuk jiwa yang pernah terluka oleh buruknya tingkah. Untuk perasaan yang tak mau mengalah oleh ego ini. Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.

Bunga mawar berseri di pagi hari. Pancaran putihnya menyapa nurani.
Sms ini di kirim sebagai pengganti diri. Selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin.


Andai jemari tak sempat berjabat. Raga tak bisa bersua. Bila ada kata membekas luka.
Semoga pintu ma'af masih terbuka. Selamat hari raya idul fitri mohon ma'af lahir dan batin.


Tiada yang paling indah selain hati bisa di sucikan. Bersih tanpa noda kebencian yang terbasuh di bulan Ramadhan dan kemurnian hati untuk saling memaafkan. Selamat hari raya idul fitri 1441 H. Mianal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.

Itulah tadi beberapa contoh ucapan idul fitri yang bisa anda ambil dan anda gunakan sebagai ucapan selamat hari raya idul ftri. Anda bisa memilih tergantung mana yang menurut anda cocok untuk di kirim. Baik itu kepada orang tua,sodara,kekasih atau teman karib anda.

Tata Cara Sholat Jenazah Bacaan Niat Doa dan Keutamaanya

Tata Cara Sholat Jenazah Bacaan Niat Doa dan Keutamaanya - Sudah kita mafhum bahwa setiap mahluk yang ada di muka bumi pasti akan mati,begitu pula dengan kita manusia pasti akan mati.maka jika ada salah seorang muslim yang meninggal akan ada suatu kewajiban bagi muslim yang masih hidup untuk mengurusinya.Yang terdiri dari beberapa hal,di muali dari memandikannya,mengkafaninya(membungkusnya) mensholatakannya juga menguburkannya.

Perlu kita ketahui bahwa hukumnya fardlu kifayah,yang artinya wajib di laksanakan minimal oleh satu orang.Bila secara sengaja sama sekali tidak ada yang menunaikannya maka setatus dosa akan menimpa seluruh umat islam.Meskipun hukunya fardlu kifayah tetapi itu sudah menjadi tutunan dan ajaran yang telah di laksanakan oleh Baginda Rasulullah SAW yang telah di syari'atkan kepada umatnya.

Dalam segi pelaksanaan terutama dalam shalatnya itu sangat berbeda dengan shalat lain pada umumnya.dimana sebagian telah kita ketahui bahwa dalam shalat jenazah terdiri dari empat takbir,dan pada setiap takbir di lanjutkan dengan doa-doanya.Tidak ada ruku,sujud dan juga tidak ada tahiyyat awal maupun akhir dalam pelaksanaan shalat mayyat atau jenazah tersebut.

Tata Cara Shalat Jenazah,Niat,Bacaan,Doa dan Keutamaanya

Adapun rukun-rukun yang harus di laksanakan dalam shalat jenazah antara lain niat,berdiri(bagi yang mampu),empat kali takbir,membaca surat Al Fatihah,membaca shalawat atas Nabi SAW sesudah takbir yang kedua,sholat jenazah sesudah takbir yang ke tiga kemudian membaca salam.Sebagaimana yang di jelaskan dalam kitab-kitab fiqih pada umumnya yang menjelaskan tentang bab shalat jenazah atau shalat mayyat.

Tujuan shalat jenazah adalah lebih di maksudkan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal,agar mendapat ampunan dan kebahagiaan di alam kubur dan di akahirat.Karena itu mendoakan mayyat menjadi slah satu dalam rukunnya.Berbeda dengan shalat fardlu yang tujuannya bertaqarrub(mendekatkan diri) dan berdzikir(menginat Allah).Maka perbedaan tujuan menimbulkan
perbedaan dalam cara pelaksanaan.

Tata Cara Shalat Ghaib

1 Niat

2 Takbir yang pertama di lanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Yang Menguasai di Hari Pembalasan
Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
Tunjukilah kami jalan yang lurus
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

3 Takbir lagi yang kedua lalu di lanjutkan membaca shalawat nabi
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

(Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid. Allohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid)

Artinya: Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia

4 Takbir yang ke tiga Membaca doa untuk jenazah yang sedang di shalati

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

(Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar)

Artinya: Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia. Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju dan embun. Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.

Untuk jenazah perempuan, doa tersebut menjadi:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

(Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar).

Boleh juga membaca doa yang lebih singkat:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

(Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu)

Artinya: Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.

Untuk jenazah perempuan, doa singkat tersebut menjadi:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

(Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa)

5. Takbir keempat

Setelah takbir keempat membaca doa sebagaimana diriwayatkan Imam Abu Dawud:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

(Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu)

Artinya: Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.

Jika jenazahnya perempuan, maka doanya menjadi:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

(Allohumma laa tahrimnaa ajrohaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa)

Setelah itu mengucapkan salam:
السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

(Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh)

Artinya: Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkahNya limpahkan kepada kalian

Bacaan Niat shalat jenazah (sebagai makmum)untuk mayyat laki-laki

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

(Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Bacaan niat shalat jenazah(makmum)untuk mayyat perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

(Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Itulah tadi ulasan tentang tata cara sholat jenazah niat bacaan doa dan keutamaannya. Semoga keluarga kita yang telah meninggal dunia di tempatkan di tempat yang di ridhoi Allah SWT dan mudah-mudahan kita semua bila mati dalam keadaan khusnul khotimah.semoga artikel ini bermanfaat

Bacaan Takbiran Malam Hari Raya Idul Fitri Dan Idul Adha

Setiap satu tahun sekali ada dua momen yang selalu menjadi suatu kebanggaan bagi seluruh umat muslim,malam agung yang selalu banyak di nanti,yaitu malam hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Namun perlu di ingat menyambut malam yang agung ini haruslah dengan amalan-amalan yang baik.

Datangnya hari raya ini harus di sambut dengan kalimat-kalimat kemenangan dan sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap Allah SWT. Apalagi kita telah melewati ujian dan rintangan dari Allah SWT dengan melaksanakan puasa ramadhan secara sempurna,begitu juga dengan hari raya idul adha,marilah kita sambut hari kemenangan ini dengan membaca kalimat takbir,tahmid,tasbih dan tahlil.

Adapun tujuan kita membaca bacaan takbiran,tasbih,tahmid dan tahlil tiada lain sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap Allah SWT,yang selalu melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita. Maka tak heran setiap malam takbiran idul fitri atau idul adha,seluruh umah islam selalu berbondong-bondong mendatangi masjid menyambut hari kemenangan dengan melantunkan kalimat takbir,tasbih,tahmid dan tahlil bersama-sama.


Bacaan Takbiran Idul Fitri Dan Idul Adha

Bacaan Takbir Pendek
اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"

Artinya: Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Bacaan Takbiran Panjang Dan Lengkap

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar.Allahu akbar.Allahu akbar.Laailaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd. Allahu akbar.Allahu akbar.Allahu akbar.Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa.wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.Laa ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu Mukhlishiina lahuddiin Walau karihal kaafiruun Walau karihal munafiqun Walau karihal musyriku.Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah,wa a'azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah.Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.

Artinya: Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar Allah maha besar dengan segala kebesaran,Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Itulah tadi lapadz bacaan takbiran idul fitri dan idul adha semoga bermanfaat,dan menjadikan jalan untuk menggapai ridhonya Allah SWT.

Bacaan Niat Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arofah Lengkap Dengan Keutamaannya

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang termasuk ke dalam salah satu bulan yang di pilih oleh Allah SWT,atau bisa di sebut dengan bulan Al Asyhurul Hurum yaitu,bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan-bulan ini di istimewakan oleh Allah SWT dengan kesuciannya. Dan Allah menjadikannya sebagai bulan pilihan di antara bulan lainnya. Sebagaimana dlam alquran Allah berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (التوبة : 36)

"Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan pada ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. At Taubah:36)

Di bulan ini banyak sekali keutamaan yang harus kita lakukan,di antaranya adalah melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 8 dan sembilan Dzulhijjah,yang mana tanggal delapan di sebut puasa tarwiyah,dan tanggal sembilan di sebut puasa Arafah. Pahalanya dan fadilahnya sangat besar sekali jika kita melaksanakannya.

Apa saja fadilah yang akan kita dapatkan jika melaksanakan puasa sunnah ini? Menurut Imam AL Ghozali,orang yang berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah (puasa tarwiyah)ia akan mendapatkan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayub AS atas penderitaanya. Ini bersumber dari Hadits Nabi SAW:
وعنه صلی اﷲ عليه وسلم: من صام يوم الترويۃ اعطاه اﷲ مثل ثواب صبر ايوب عليه سلم علی بلاءه.

Dari Nabi shallallahu alaihi wasllam: barang siapa yang berpuasa pada hari tarwiyah maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayub as. atas musibahnya.

Semakain tinggi tingkat keimanan seseorang maka akan semakin berat juga cobaan yang akan Allah Berikan kepadanya. Tujuannya tida lain hanya untuk menguji seberapa kuat dan besarnya keimanan dan ketaqwaan dia kepada Allah SWT.

Juga orang yang melaksanakan puasa di hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) akan di hapuskan dosanya satu tahun yang lalu,dan juga bakal di berkahkan hidupnya juga di lipat gandakan amal kebaikannya.

Adapun keutamaan melaksanakan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah adalah (puasa Arafah) menurut Imam AL Ghozali ia akan mendapatkan pahala seperti pahala Nabi Isa Alaihissalam ini berdasarkan hadits Nabi SAW :

ومن صام يوم عرفۃ اعطاه اﷲ ثوابا مثل ثواب عيسی عليه السلام
Barangsiapa yang berpuasa pada hari arafah maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala Nabi Isa alaihissalam.

Dan juga melaksanakan ibadah sunah puasa Arafah, Allah akan mengampuni dosa tahun lalu dan dijaga untuk tidak melakukan dosa atau maksiat di tahun yang akan datang.Keutamaan tersebut juga tertuang dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah al-Anshar:

"Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, 'Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang'.” (HR Imam Muslim).

Tidak hanya itu, melaksanakan Puasa Arafah juga dapat melipatgandakan pahala kita.

Lalu bagai mana cara niat puasa Tarwiyah dan Arafah?

Niat Puasa Tarwiyah
نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

(Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala)

Artinya, "Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: "Saya Niat Puasa Sunnah Arafah karena Allah Ta’ala".

Sementara hukum melaksanakan puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah ini adalah sunnah muakkad atau sangat di anjurkan,meskipun hukumnya sunnah tapi sangat di anjurkan untuk kita laksanakan. Karena memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa. Namun jika di bandingkan antara pusa tarwiyah dan arafah,puasa arafah lebih spesial,tapi alangkah baiknya jika bisa melaksanakan dua-duanya.

Itulah tadi penjelasan tentang keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah di lengkapi dengan bacaan niat puasa Tarwiyah Arafah. Dan nada juga bisa membaca penjelasan tentang puasa sunnah lainnya seperti puasa senin kamis,puasa sunnah rajab puasa ramadhan da lainnya,semoga ini bermanfaat dan menjadi jalan untuk menggapai ridho Allah SWT. Amiiin

Khutbah Idul Adha Terbaru Dan Terbaik 2019 Tentang Kurban Yang Bikin Terharu

Hari raya idul adha merupakan salah satu hari yang sangat istimewa bagi seluruh umat muslim di dunia,karena hari raya idul adha sebenarnya lebih agung atau mulya di bandingkan dengan hari raya idul fitri. Adpun hukum dalam melaksanakan shalat idul adha sama halnya seperti melaksanakan shalat idul fitri yang mana hukumnya sunnah muakaddah(sanagat di anjurkan).

Dalam tata cara melaksanakan sholat idul adha sama saja seperti melaksanakan sholat idul fitri,yaitu shalat dua rakaat yang di pimpin oleh imam dan sebelum membaca surah alfatihah membaca takbir. Pada rakaat yang pertama membaca takbir sebanyak 9x dan rakaat yang dua membaca takbir 7x,kemudian antara setiap bacaan takbir membaca tasbih
سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ

Setelah melaksanakan shalat idul adha sebanyak dua rakaat kemudian di lanjutkan dengan khutbah dua,yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua,yang mana tatacaranya sama saja seperti khutbah dalam shalat jumaat yang biasa kita lakukan. Nah supaya lebih mudah dan gampang kami akan menuliskan contoh khutbah idul Adha di bawah ini dan mungkin bisa anda jadikan sebagai bahan khutbah di hari raya idul adha.


Khutbah Pertama

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ. الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ
فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Hadirin Rahimakumulloh

Gemuruh kalimat takbir,tahlil dan tahmid berkumandang dari mulai terbenamnya matahari menandakan betapa agungnya Alloh SWT yang telah menciptakan alam smesta beserta isinya. Gemuruh kalimat takbir,tahlil dan tahmid ini sangat menyayat hati orang-orang yang beriman,bahkan rela demi mengagunggkan Alloh SWT dengan semalam suntuk membacakan kalimat ini tanpa henti semoga semua amal yang telah kita lakukan di terima oleh Allah SWT.

Allohu Akbar 3x Walillahil hamd

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa paha hari raya idul adha ini ada satu kejadian yang sangat bersejarah bahkan di abadikan oleh Alllah dalam alQuran. Yaitu di ujinya nabi Ibrahim AS dengan di suruh menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail AS. Yang mana pada zaman itu Nabi ibrohim tekenal dengan kedermawanannya.

Salah satu kedermawanan Nabi Ibrohim yang membuat banyak orang terkejut adalah dia rela mengorbankan dan menyembelih seribu ekor domba,tiga ratus ekot lebu dan seratus ekor unta. Bahkan pada waktu itu bukan cuma manusia yang kagum dengan kedermawanan Nabi Irohim AS ini bahkan para malaikat pun semuany kagum melihat apa yang di lakukan Nabi Ibrohim ini.

Kemudian setelah Nabi Ibrohim ini mendengar dan melihat bahwa yang telah ia lakukan ini membuat semua orang kaget dan bahkan para malaikat pun ikut terkagum melihatnya di situ timbul sifat kemanuasiaannya yaitu ke angkuhan dan membanggakan diri sendiri sampai Nabi Ibrohim berkata,andai saja aku punya seorang anak kemudian Allah meminta aku untuk mengorbankannya maka niscaya akan aku korbankan dia.

Singkat cerita kemudian pada waktu itu sampailah bada bulan Dzul Hijjah yang bertepatan pada tanggal 8 Dzul Hijjah,yang mana pada malam itu Nabi Ibrohim AS di uji ketaqwaannya oleh Allah lewat mimpi,yaitu beliau di perintah memenuhi nadzarnya "penuhilah nadzarmu",yaitu di perintah menyembelih dan mengorbankan anak kesayangannya Isamail AS,namun pada waktu itu nabi Ibrohim belum yaqin apakah mimpi itu dari Allah atau dari syetan yang hanya ingin menghancurkan rumah tangganya,dan di sebutlah tanggal depalan Dzul Hijjah ini sebagai hari tarwiyyah.

Kemudian pada tanggal 9 Dzul Hijjah Nabi Ibrohim bermimpi lagi yang sama seperti mimpi pada tanggal 8 Dzul Hijjah. Dan kemudian Nabi Ibrohim alaihissalam menyimpulkan bahwa mimpi tersebut adalah mimpi yang benar-benar datangnnya dari Allah SWT. Maka tanggal 9 Dzul Hijjah ini di sebutlah hari 'Arofah,yang berarti meyakinkannya nabi Ibrohim terahdap mimpinya yang benar-benar dari Allah SWT.

Allohu Akbar 3x walillahil Hamd

Pada malam ketiga atau tanggal 10 Dzul Hijjah Nabi Ibrohim bermimpi kembali dengan mimpi yang sama seperti halnya mimpi pertama dan ke dua,maka Nabi Ibrohim bertekad memenuhi nadzarnya yaitu menyembelih dan mengorbankan anaknya Nabi Ismail atas perintah Allah SWT. Dan hari itu tanggal 10 Dzul Hijjah di sebut sebagi "yaumun nahr" hari penyembelihan/hari kurban.

Dan pada waktu itu Nabi ismail masih kanak-kanak,sebagaimna dalam alquran dalam surat Assofat ayat 102 Alloh berfirman

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قالَ يا بُنَيَّ إِنِّي أَرى‏ فِي الْمَنامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ ما ذا تَرى‏ قالَ يا أَبَتِ افْعَلْ ما تُؤْمَرُ سَتَجِدُني‏ إِنْ شاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرينَ (102)

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Haririn Rahimakumulloh

Namun perlu di ketahui setiap menjalankan kebaikan pasti selalu ada godaan dan rintangan yang selalu menghalangi dan mencegah kita untuk berbuat baik. Hal ini sama seperti apa yang akan di lakukan nabi Ibrohim dengan memenuhi perintah Allah,yang pada waktu itu iblis datang menggoda Nabi Ibrohim,istrinya hajar dah bahkan mendatangi nabi Ismail supaya tidak melakukan apa yang telah Allah perintahkan.

Namun dengan keyaqinan,kekuatan iman dan ke sholehannya Nabi Ibrohim alaihissalam dan keluarganya sanggup membendung dan menahan godaan iblis tersebut. Ini suatu pelajarn yang benar-benar harus kita ambil,bahwa tidak selamanya jalan yang kita hadapi akan selalu mulus,tetapi pasti ada rintangan dan cobaan yang akan selalu menghampiri,namun perlu kita ketahui yang bisa membendung godaan iblis tiada lain adalah dengan kekuatan iman dan amal sholeh kita terhadap Alloh SWT.

Dalam ayat selanjutnya Allah SWT berfirman:
فَلَمَّاۤ اَسۡلَمَا وَتَلَّهٗ لِلۡجَبِيۡنِ‌ۚ
103. Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).
وَنَادَيۡنٰهُ اَنۡ يّٰۤاِبۡرٰهِيۡمُۙ
104. Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!
قَدۡ صَدَّقۡتَ الرُّءۡيَا ‌ ‌ۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡنَ
105. sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡبَلٰٓؤُا الۡمُبِيۡنُ
106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ
107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى الۡاٰخِرِيۡنَ‌ۖ
108. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبۡرٰهِيۡمَ
109. ”Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”
كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡنَ
110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّهٗ مِنۡ عِبَادِنَا الۡمُؤۡمِنِيۡنَ
111. Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Hadirin Rahimakumulloh

Jika kita benar-benar beriman,ikhlas dan bertaqwa kepada Alloh SWT pasti setiap permaslahan yang kita hadapi pasti Alloh akan memberikan jalan keluarnya,sebagai mana Alloh SWT berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Begitu juga dengan apa yang Alloh SWT berikan terhadap Nabi Ibrohim alaihissalam,dengan keteguhan hati,keikhlasan dan ketaqwaanya kepada Alloh,maka pada saat Nabi Ibrohim Mau menyembelih Nabi Ismail as,Alloh menebus dan mengganti Nabi ismail dengan seeokor kambing yang di bawa oleh mlaikat jibril dari surga,kemudian malaikat Jibril takbir (Allohu Akbar3x)di teruskan Oleh Nabi Ibrohin (Laailaaha illallahu Allahu Akbar) di akri Oleh Nabi Ismail dengan Bacaan (Allahu Akbar wa lillahil hamd).

Hdirin Rahimakumulloh

Seberapa pentingkah menyembelih hewan qurban ini bagi kehidupan kita? Saking pentingnya menyembelih hewan qurban ini Rasululloh SAW bersabda:

"Barang siapa yang memiliki kemampuan berkorban kemudian ia tidak mau berkorban sehingga ia meninggal,maka ia bisa meninggal dalam keadaan yahudi atau nasrani" Nau'dzu Billahi min dzalik.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَذِكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ


Khutbah Ke 2

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ